20 simple ways in valuing your body

Some peoples cannot feel comfortable with their body and live. Peoples like that inclined has loss their faith. Peoples like that can easily sick. Are you satisfied with your own body? If you aren’t satisfied with your own body, you can follow Margo Maine, Ph.D suggestion in valuing your own body, e.g.:
  1. Your body comes from great creative power of God so start to value’s your body.
  2. Make some table which fills the capability of your body and what are your bodies can do. Read and update this table everyday.
  3. Aware with what are your bodies can do everyday. Remember that your body is an instrument of your life not only an accessories.
  4. Make a list of peoples, who are your idol, peoples who have more positives contribution in your life, in society, and in this world. Look at them, are their physical look more important in enhancing their success and their achievement.
  5. Walking with upright heads, support with self-confidence.
  6. Don’t let your weight and posture of your body blocking you in enjoy your activities that you like.
  7. Use the comfortable clothes that you like and appropriate with your body.
  8. Count your favor from God and never count your bad luck.
  9. Think another things that you can achieve with the times and energy that used for worrying your body and style.
  10. Be a friend and supporter, not an enemy for your own body.
  11. Think that your skin can regenerate every month, your stomach can regenerate every 5 days, your liver can regenerate every 6 weeks and your bone can regenerate every 3 months.
  12. When you wake up in the morning, never forget to thanks to your God for the rest so your body feels fresh.
  13. When you go to bed in the night, never forget to say to your body, how important of your body in doing your activities all days.
  14. Find some sports exercise method that you can enjoy and you can do timely. Never doing sports exercise for fat losing or to attack your own body. Doing your sports exercise for your health, strength and because you can feel comfortable.
  15. List your 10 positive things of your body without think your physics.
  16. Write “I’m look interesting inner and outer” and adhere it in your dressing table.
  17. Find nice things in the world and inside your own body.
  18. Remember when you feel comfortable with your live and talk to your self if you can feel it again although you has not younger.
  19. Start talk to your self that lives is too short if spending for hating your own body.
  20. Eat when you are hungry and take a rest if you are tired. Find some friend who can help you to remember your outer and inner beauty.
source : www.kompas.com

GEMPUR BATU


GEMPUR BATU
Nama latin: Borreria hispida Schum.
Nama daerah: Gempur watu; Kertas watu; Hancur batu; Bulu lutung; Remuk sela.
Deskripsi tanaman: Tumbuhan liar di hutan-hutan. Daun berbentuk tombak dan berakar, daun agak kasar. Bunga kecil-kecil warnanya putih.
Habitat: Tumbuh liar di hutan, di ladang pada tanah agak lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Zat kalium
Khasiat: Astringen
Nama simplesia: Borreriae hispidae Herba


Resep tradisional: 
 
Batu empedu:
Herba gempur batu segar 2 genggam; Air 110 ml, Dibuat infus atau pipisan, Diminum 2 kali sehari tiap kali minum 100 ml; Apabila dibuat pipisan diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 1/4 cangkir.
 
Batu ginjal:
Herba gempur batu segar 2 genggam; Herba meniran segar 7 pohon; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml.

GINJE











GINJE
 Nama latin: Thevetia peruviana (pers)K.Schum
Nama daerah: Ginji; Ghinje
Deskripsi tanaman: Tanaman semak, semusim, tinggi lebih kurang 1,7 meter. Batang berkayu, beralur, beruas, bercabang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk menjari, tepi bergerigi, pangkal dan ujung runcing, panjang 4-12 cm, lebar 5-14 cm, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, mahkota bentuk ginjal, warna kuning kemerahan. Buah kotak, beruang dua sampai empat, diameter lebih kurang 7,5 mm, warna cokelat kehitaman.
Habitat: Tumbuh liar di ladang dan sebagai tanaman hias pada daerah kering di dataran rendah sampai 900 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Tevetiana (alkaloid gigitalis); Nerifolin; Perufosida; Rufosida; Minyak lemak.
Khasiat: Tonika; Diuretik; Anti bengkak.
Nama simplesia: Thevetiae nerifoliae Semen


Resep tradisional:
 
Infeksi kulit:
Daun ginje 17 lembar; Cabe jamu 7 biji, Ditumbuk halus dan diberi air; diremas dan disaring, Air saringan dioleskan pada bagian kulit yang infeksi 2-3 kali sehari.
GENDOLA (Basella rubra Linn )

GENDOLA (Basella rubra Linn )


GENDOLA (Basella rubra Linn )
  Famili : Basellaceae
Daerah : Jawa Tengah : Ganjerot, Sunda : Gandola, Madura : Kandula, Melayu : Gendola, Bali : Gendola, Sulut : Tatabuwe, Gorontalo : Pailoo, Minangkabau : lembayung.
Asing : Malabar Night Shade, Lo kuei (Cina)
Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia antara lain daun : organic acid, glucan,ccarotene, mucopolysacharida seperti è Larabinose, Dgalaktose, Lrhamnose, aldonic acid saponin, Vitamin A,B dan C
Efek Farmakologis : Tumbuhan ini bersifat anti toxin, antipiretik yaitu penurun panas, mengeluarkan organisme penyebab sakit dari darah
Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji atau stek batang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1          RADANG USUS BUNTU : Seluruh tanaman gendola sebanvak 6070 gram dicuci bersih, di potong2, di rebus dengan air secukupnya sampai bahan terendam seluruhnva. Setelah tinggal setengah, dinginkan dan minum.
2          INFLUENZA : Daun segar 15 gram di cuci lalu di rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1gelas. Setelah dingin di saring tambahkan sedikit gararn dan di aduk sampai larut, diminum
3          BERAK DARAH : Tanaman gendola 25 gram, kapulogo 35 gram dan seekor ayam betina tua yang telah di buang kepala, kaki dan jeroannya, di masak dengan air secukupnya. Minum airnya.
4          DADA TERASA PANAS DAN SESAK : Gendola segar 70 gram di rebus dengan air secukupnya sampai kental. Campur dengan arak, lalu diminum.
5          SEMBELIT : Daun segar dimasak makan.
6          KENCING SEDIKIT (RADANG KANDUNG KENCING), ANYANG-ANYANGEN : Daun segar 70 gram di cuci bersih, rebus dengan air secukupnva. Setelah dingin, minum seperti air teh.
7          CAMPAK (MEASLES), CACAR AIR, PUTTING SUSU PECAH-2 : Bunga 15 30 gram di rebus, minum.
8          PEGAL LINU, REMATIK : Akar I5 30 gram, di rebus, minum.
9          RADANG SELAPUT MATA (CONJUNGTIVITIS) : Buah 15 30 gram di r

EKOR KUCING


EKOR KUCING


Acalypha hispida Burm. F

Famili :  Euphorbiaceae
Daerah :  Jawa : Ekor Kucing, Sunda : Talianjing, Ternate : Lofiti
Asing :   Cat’s tail, Gou Wei Hong (Cina)
Sifat Kimiawi :   Kaya kandungan kimia antara lain acalyphin, flavonoid, saponin, tanin. Penutup luka dan Peluruh air seni.
Efek Farmakologis :  Dalam farmakologi Cina, tanaman ini bersifat Rasa manis, Sejuk, Kelat dan menghentikan pendarahan.
Bagian tanaman yang digunakan :  Untai bunga dan daun.
Cara budidaya : Perbanyakan tanam-an dg menggunakan stek batang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pe-mupukan terutama pupuk dasar

Resep tradisional: 
 1. MUNTAH DARAH : Bunga di kunyah mentah bersama pinang putih, kalau perlu tambah jahe sedikit, kencur, daun pule yang masih muda. Lakukan sepanjang hari. Atau bunga dilumatkan bersama gula sama banyak, makan.
2. DISENTRI : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.
3. RADANG USUS : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.
4. CACINGAN : Untai bunga 10-30 gram, direbus, minum.
5. KUSTA : Daun secukupnya di cuci bersih, tambahkan kencur secukupnya, ditumbuk halus sampai jadi seperti bubur. Di pakai untuk mengoles bagian badan yang luka.

DANDANG GENDIS


DANDANG GENDIS

Nama latin: Clinacanthus nutans
Nama daerah: Kitajan; Gendis
Deskripsi tanaman: Tanaman perdu tahunan, tinggi lebih kurang 2,5 meter. Batang berkayu, tegak, beruas, dan berwarna hijau. Daun tunggal, berhadapan, bentuk lanset, panjang 8-12 mm, lebar 4-6 mm, bertulang menyirip, berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, di ketiak daun dan di ujung batang, mahkota bunga berbentuk tabung, panjang 2-3 cm berwarna merah muda. Buah kotak, bulat memanjang berwarna cokelat.
Habitat: Tumbuh liar di pekarangan dan sebagai tanaman pagar pada ketinggian 1-900 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Alkaloid; Saponin; Minyak atsiri
Khasiat: Antidiabetik; Diuretik
Nama simplesia: Clinacanthai nutans Folium

RESEP TRADISIONAL: 

Kencing manis: 
Daun dandang gendis segar 7 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau seduhan, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

DARUJU


DARUJU

Nama latin: Acanthus ilicifolium L.
Nama daerah: Druju; Jruju; Jaruju; Jeruju
Deskripsi tanaman: Tanaman semak, semusim, tinggi lebih kurang 1 meter. Batang bulat lunak, bercabang, warna hijau keputihan. Daun tunggal, bertulang menyirip, bentuk bulat telur, tepi berduri, berwarna hijau. Bunga tunggal di ketiak daun dan di ujung batang, bermahkota enam membulat berwarna kuning. Buah kotak, bentuk tabung, beruang enam dan berwarna hijau.
Habitat: Tumbuh liar di daerah pantai, tepi sungai tanah berlumpur dan berair payau.
Bagian tanaman yang digunakan:  Daun
Kandungan kimia: Asam fenolat; Asam p-kumarat; Asam p-hidroksi benjoat
Khasiat: Ekspektoran; Antifogistik
Nama simplesia: Acanthi Radix

RESEP TRADISIONAL: 

Kanker:
Akar daruju 7 g; Daun dewa segar 4 g; Herba benalu 3 g; air 120 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml

Hepatitis:
Akar daruju 7 g; Rimpang temu lawak segar 7 g; Herba meniran 7 g; Air 130 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml

DAUN DEWA


DAUN DEWA

Nama latin: Gynura procumbens (Lour.)Merr.
Nama daerah: Beluntas cina
Deskripsi tanaman: Tanaman semak semusim, tinggi 10-25 cm, berbatang lunak, berambut halus, warna ungu kehijauan. Daun tunggal, bentuk bulat telur, berbulu lebat, permukaan atas hijau, bawah ungu. Bunga majemuk berbentuk tongkat, berbulu, kelopak hijau, mahkota berwarna kuning. Buah kecil berwarna coklat.
Bagian tanaman yang digunakan :   Seluruh tanaman dengan rincian - DAUN berguna untuk luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, haid tidak teratur dan digigit binatang berbisa. UMBI - untuk menghilangkan pembekuan darah, pembengkakan tulang patah, pendarahan nifas.
Cara budidaya :   Perbanyak tanaman dengan menggunakan stek batang atau stump. Stek dari batang yang keras 5-10 cm. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dengan cara penyiraman cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan dasar.
Kandungan kimia: Saponin; Flavonoid
Efek Farmakologis : Tumbuhan ini bersifat anti coagulant (mencairkan bekuan darah), stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun. Dalam farmakologi cina disebutkan tumbuhan ini memiliki rasa khas dan sifat netral.
Khasiat: Antipiretik; Anti inflamasi
Nama simplesia: Gynurae Folium

RESEP TRADISIONAL:
 
Kanker:
Daun dewa segar 4 g; Akar daruju 7 g; Herba benalu 3 g; air 120 ml, Ditumbuk; ditambah air mendidih; disaring, Diminum 1 hari sekali 100 ml; selama 30 hari.
Tekanan darah tinggi:
Daun dewa segar 3-7 helai; buah mengkudu muda 1 buah; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1-2 kali sehari 100 ml; selama 1 bulan.
Kencing manis:
Daun dewa 5 helai; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Pembersih luka:
Daun dewa secukupnya; Air secukupnya, Daun dewa ditumbuk halus lalu dimasukkan ke dalam air, Luka yang kotor dimasukkan ke dalam air yang dicampur daun dewa

DAUN DUDUK


DAUN DUDUK

Nama latin: Desmodium triquitrum
Nama daerah: Genteng cangkeng; Ki congcorang; Cencer; Potong kujang; Gerji; Gulu walang
Deskripsi tanaman: Tanaman perdu, tinggi lebih kurang 3 meter. Batang berkayu, bulat beruas, permukaan kasar, diameter lebih kurang 2 cm berwarna cokelat. Daun tunggal, berseling, berbentuk lanset, panjang 10-20 cm, lebar 1-2 cm, bertulang menyirip, daun muda berwarna cokelat setelah tua berwarna hijau. Bunga majemuk berbentuk mulai tumbuh di ujung batang, mahkota putih keunguan berbentuk kupu-kupu. Buah polong, masing-masing 4-8 biji, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna cokelat
Habitat: Tumbuh ditempat terbuka dengan cahaya matahari cukup, sedikit naungan serta tidak begitu kering pada dataran rendah sampai 1500 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Alkoloid hepaforina; Trigonelina; Tanin
Khasiat: Anti inflamasi; Antipiretik; Diuretik; Stomakik; Paratisid
Nama simplesia: Desmodii triquetri Folium

RESEP TRADISIONAL: 
 
Batu ginjal:
Daun duduk segar 6 g; Daun keji beling segar 3 g; Herba kumis kucing segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
Radang amandel:
Daun duduk segar 7 helai; Daun sirih segar 2 helai; Herba pegagan segar 1 genggam; Rimpang kunci pepet 5 rimpang; Air 1 gelas, Dipipis, Untuk berkumur 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali 1/2 gelas.
Wasir:
Daun duduk segar 6 g; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

DAUN ENCOK


DAUN ENCOK
Nama latin: Plumbago zeylanica L.
Nama daerah: Ki encok; Poksor; Bawa; Kareka
Deskripsi tanaman: Tumbuhan semak berbatang lunak, dan tumbuh berumpun. Bentuk daun bulat telur, bunga berwarna putih dalam tandan. Buah memanjang kecil dengan bulu kasar yang berperekat, berwarna hijau waktu muda.
Habitat: Tumbuh liar di tepi-tepi sungai dan di pagar-pagar rumah di pegunungan.
Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Akar

Kandungan kimia: Plumbagin; Zat samak
Khasiat: Analgesik; Antibengkak; Antimikroba
Nama simplesia: Plumbaginis Folium

RESEP TRADISIONAL: 
 
Sakit pegal linu:
Daun Encok 5 lembar; Daun seligi 1 genggam; Tikel balung 3 ruas; Daun kecubung 3 lembar, Semua bahan ditumbuk halus lalu direndam dalam alkohol 70 persen minyak gondopuro dan minyak serai (dengan perbandingan 3:2:1)atau alkohol 150 cc; gondopuro 110 cc; minyak serai 50 cc, Direndam lalu dioleskan pada tempat yang sakit.

DAUN JINTEN


 Nama latin: Coleus amboinicus Lour.
Nama daerah: Sukan; Ajeran; Daun kucing; Daun kambing
Deskripsi tanaman: Tanaman semak, menjalar. Batang berkayu, lunak, beruas-ruas. Ruas yang menempel di tanah akan tumbuh akar, batang muda berwarna hijau pucat. Daun tunggal, mudah patah, bentuk bulat telur, tebal, tepi beringgit, berambut, panjang 6-7 cm, lebar 5-6 cm, bertulang menyirip, warna hijau muda. Bunga majemuk, berbentuk tandan, mahkota bentuk mangkok warna ungu.
Habitat: Tumbuh baik pada dataran rendah sampai 1100 m dpl, dibudidayakan sebagai tanaman hias.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tanaman
Kandungan kimia: Minyak atsiri; Fenol; Kalium
Khasiat: Ekspektoran; Antiseptik; Karminatif
Nama simplesia: Plectranthi amboinici Herba

RESEP TRADISIONAL: 
 
Batuk:
Daun jinten segar 7 helai; Air 100 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 14 hari
Sariawan perut:
Daun jintan segar 1 g; Daun saga segar 3 g; Herba pegagan segar 3 g; Daun Sirih segar 3 helai; Kulit kayu turi 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml (infus); apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir; diulang selama 7 hari.
Sakit kepala:
Daun jinten segar 2 helai; Daun legundi segar 2 helai; Rimpang jahe merah 1 rimpang; Rimpang bangle secukupnya; Air secukupnya, Dipipis hingga berbentuk pasta, Dioleskan ke pelipis dan di belakang telinga; bila ada; dapat ditambahkan minyak kelonyo.