To review something means to evaluate it. An evaluation generally relies on the reviewer’s personal knowledge or experience concerning an item. Paid reviews are those in which the person giving the evaluation has been paid to do so. Some people question this practice, wondering if people who write paid reviews are able to remain impartial. There are a lot of paid to reviews program around the Internet. They have several ways in attracted the reviewer and advertiser to join with them. They almost have same program, bonus, reward, earning and payment method but not all of them was really pays the blogger. Paid to reviews that not pay the blogger calls SCAM program.
To avoid us from SCAM program, I would like to introduce one of the paid to review program that was really pay us. It was LinkFromBlog.com. This paid reviews program was really pay us with big earnings. And for advertiser, don’t worry about the reviewer. Almost of the reviewer has a great blogs or site and have a good writings. Advertisers can grow up their product and services sales. So, don’t wasting your time. Let’s join us.
Now, there are many opportunities in medical jobs. As we know, right now peoples more care about their health. Many people go to medical program to remove their disease or improve their health. So there is good opportunity in medical assistant jobs. There is not easy for completing our competences in medical assistant. As a sample, if you want to become a nurse you shall have a LPN (License Practical Nurse). But don’t worry there are many medical academy that can release LPN for you. By the way, what is LPN?
Licensed practical nurses (LPNs), or licensed vocational nurses (LVNs) (in California and Texas), or registered practical nurses (RPNs) (in Ontario, Canada). It does take about 9-12 months to become LPN, usually no degree earned, many just have a certificate and not a degree, trained to take vital signs, i.e., height, weight, blood pressure, temperature, respiration, and pulse. pass certain medications, can do certain skills like treating bed sores and other wounds / dressing changes, etc.. Feature articles bring the practical nurse up-to-date on what he or she needs to know about caring for patients with common disease states, such as cardiovascular disease, respiratory diseases, neurologic diseases, diabetes, and wounds. Full-color artwork illustrates and reinforces key points to enhance the learning process. Regularly appearing departments address important clinical concerns, such as continence, mobility, nutrition, infection, and patient safety. LPN helps the practical nurse strengthen his or her clinical skills and build confidence while also offering advice on documentation, practice issues, and career development.
Nama daerah: Kitau; Kerto; Babasaran; Bebesaran; Murbei; Lampaung; Mempaung
Deskripsi tanaman: Tumbuhan ini merupakan perdu atau pohon yang tingginya 6-9 m. Daunnya berbentuk segitiga atau jantung, mudah luruh dari rantingnya. Buahnya bergugus, warnanya coklat tua kalau sudah masak. Daunnya digunakan untuk makanan ulat sutera
Habitat: Tumbuh liar di hutan dan ditanam di halaman atau di kebun
Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Akar ; Cabang ; Buah
Khasiat: Antipiretik; Antitusif; Diuretik; Anti flogestik; Analgesik
Nama simplesia:Mori australidis Folium Resep tradisional:
Hepatitis; kurang darah dan tekanan darah tinggi: Buah besaran 7-10 g; Air matang secukupnya, Dibuat jus, Diminum sehari 1 kali; diulang selama 14 hari
Radang persendiaan dan nyeri pinggang:
Ranting dan daun besaran 10 g; Air 110 ml, Diseduh, Diminum sehari 1 kali pada pagi hari, 100 ml
Deskripsi tanaman: Tanaman tahunan yang tumbuh memanjat/membelit, daun berbentuk jantung, bunga lonjong berwarna putih, berumbi seperti ubi jalar. Banyak terdapat di hutan, kadang-kadang ditanam di pagar pekarangan.
Habitat: Tumbuh liar di hutan-hutan atau ditanam didekat pagar
Bagian tanaman yang digunakan: Umbi
Kandungan kimia: Zat pait; Damar; Zat pati
Khasiat: Laktagog; Antiinflamasi; Antipiretik
Nama simplesia: Merremiae tubera
Resep tradisional:
Batuk, Radang tenggorakan, Suara parau:
Umbi bidara upas segar 8 g; Rimpang kencur 6 g; Daun sirih 3 helai; Buah kapulaga 3 g; Air secukupnya, Dipipis, Beningan untuk berkumur kemudian diminum 2 kali sehari; pagi dan sore
Difteri:
Umbi segar bidara upas 8 g; Air matang sampai 1/4 cangkir, Umbi bidara upas diparut; kemudian diperas dengan kain saringan, Beningan digunakan untuk berkumur kemudian diminum; 2 kali sehari; tiap kali untuk orang dewasa; 2-3 sendok makan; untuk anak-anak 1 sendok makan; bila perlu dapat diencerkan dengan air matang
Nama daerah: Andowali; Antawali; Putrawali; Daun gadel
Deskripsi tanaman: Perdu memanjat. Batang sebesar jari manis, dengan banyak mata dan kutil, tidak beraturan, pahit, tidak keras dan berair. Daun berbentuk jantung atau panah dengan tangkai panjang dan besar. Bunga berwarna hijau muda, tiga seuntai dalam lembaga dan tidak sempurna. Buah terdapat dalam tandan berwarna merah muda
Batang bratawali 3 g; Daun sembung 6 g; Daun kumis kucing 4 g; Rimpang lengkuas 4 g; Air 110 ml, Dipis, direbus atau pil, Diminum 1 kali sehari sebanyak 50 ml.
Rematik
Batang bratawali 2 g; Rimpang kencur 7 g; Biji sledri 2 g; Daun jambu monyet muda 5 g; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml, apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir
Gatal-gatal:
Batang bratawali secukupnya; Air 1 periuk, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Digunakan untuk merendam diri, terutama pada bagian yang gatal.
Deskripsi tanaman: Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bunganya bunga majemuk berwarna merah, terdiri atas bunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.
Habitat: Tumbuh di pekarangan rumah atau di tepi jalan
Bagian tanaman yang digunakan: Akar ; Daun
Kandungan kimia: Alkoloid; Garam Kalium; Zat Samak
Nama daerah: Bhungor; Wungur; Ketangi; Laban; Wungu
Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 45 m, umumnya antara 25-30 meter, bercabang-cabang. Batang berwarna cokelat pucat sampai merah cokelat. Perbungaan berupa malai, berwarna ungu.
Habitat: Tumbuh di tanah gersang dan subur pada hutan atau tanaman pelindung tepi jalan pada dataran 1-900 m dpl.
Sifat Kimiawi : Saponin, aglycone, protosarsapogenin, asaparagine, glukose, fruktose, 5-methoxy-methylfurfural, beta-sitosterol. Efek Farmakologis : Dalam pengobatan Cina dan tradisional lainnya disebutkan tanaman ini mempunyai sifat - Rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal, menyuburkan Yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh, anti toxic, anti neoplastik dan anti piretik.
Bagian tanaman yang digunakan : Umbi yang dikeringkan
Cara budidaya : Menggunakan Umbi atau biji, pemeliharaan mudah cukup dengan menjaga kelembaban tanah serta pupuk dasar dan cukup sinar matahari. Sebagai tanaman obat maka tanaman ini tidak boleh disemprot dengan pestisida.
Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya. 1 TBC Paru dan Batuk Darah serta sakit kerongkongan : Umbi kering 6-12 gr direbus 1.5 gls air menjadi 1 gls, diminum hangat 2x sehari.
ADAS Nama latin: Foeniculum vulgare Mill Nama daerah: Hades; adase; Fenkel; Fennel; Denggu-denggu; Papaato; Alas; Landi; Adhas; Cedas; Adeh; Manih; Wala wunga; Kumpasi; Paapang; Rempasu Deskripsi tanaman: Terna, tinggi 0,5-3 meter, batang beralur, tumbuh tegak. daun berbagi menyirip, berseludang dengan warna putih. Perbungaan berbentuk payung dengan 6-40 gagang bunga, mahkota bunga berwarna kuning. Buah berusuk-rusuk sangat nyata, panjang 4-6 milimeter, warna hijau pada waktu muda dan keabu-abuan setelah tua. Habitat: Tumbuh secara liar di daerah Tosari dan dibudidayakan di pegunungan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian 900 - 1.300 dpl. Bagian tanaman yang digunakan: Buah Kandungan kimia: limonena; minyak lemak; stigmasterin; umbeliferona; gula; saponin; flavonoida; polifenol
Khasiat: Anti inflamasi , karminatif , diuretik , anti mikroba
Resep tradisional: Sembelit: Adas 3 butir; Daun muda jambu biji 3 lembar; Kulit batang pulosari 1/2 jari; air 2 cangkir; Ramuan direbus hingga mendidih sampai diperoleh cairan 1 cangkir kemudian disaring, Bayi umur 3 bulan: sehari minum 5-7 kali, tiap kali 1 sendok teh; Bayi umur 6 bulan: sehari minum 3 kali, tiap kali 1 sendok makan; Anak umur 3 tahun: sehari minum 3 kali, tiap kali 2 sendok makan; Remaja: sehari minum 1 kali, tiap kali 1 cangkir
Batuk: Adas 3 butir; Gula batu secukupnya; Air secukupnya; Daun sagamanis 7 lembar; Kulit batang pulosari 1 jari; Bawang merah 1 buah, Campuran ditambah air sedikit, lalu ditumbuk halus, kemudian dibungkus dengan daun pisang selanjutnya dikukus 15 menit, lalu diperas dengan kain bersih, Diminum sekaligus sebelum tidur
Sakit perut: Adas 5 butir; Ketumbar 11 biji; Merica bolong 11 biji; Daun po’o segar 20 lembar; Air 2 cangkir; Kunyit 1/2 jari; Lempuyang wangi dibakar 1 biji; Temu kunci dibakar 3 biji; Temu kunci segar 3 biji; Kayu ules 1 biji, Campuran ditumbuk, kemudian dididihkan sampai memperoleh 1 cangkir, lalu disaring dengan kain bersih, Diminum sehari 2 kali.
Perawakan: herba, rumput, merayap, tinggi 30-180 cm. Batang: rimpang, merayap di bawah tanah, batang tegak membentuk satu perbungaan, padat, pada bukunya berambut jarang.
Daun: tunggal, pangkal saling menutup, helaian; berbentuk pita, ujung runcing tajam, tegak, kasar, berambut jarang, ukuran 12-80 cm. x 35-18 cm.
Bunga: susunan majemuk bulir majemuk, agak menguncup, panjang 6-28 cm, setiap cabang memiliki 2 bulir, cabang 2,5-5 cm, tangkai bunga 1-3 mm, gluma 1; ujung bersilia, 3-6 urat, Lemma 1 (sekam); bulat telur melebar, silia pendek 1,5-2,5 mm. Lemma 2 (sekam); memanjang, runcing 0,5-2,5 mm. Palea (sekam); 0,75-2 mm. Benang sari: kepala sari 2,5-3,5 mm, putih kekuningan atau ungu.
Putik: kepala putik berbentuk bulu ayam.
Buah: tipe padi. Biji: berbentuk jorong, panjang 1 mm lebih.
Waktu berbunga : Januari - Desember.
Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya: Di Jawa tumbuh pada ketinggian sampai dengan 2700 m dpl, pada daerah-daerah terbuka atau setengah tertutup; rawa-rawa; pada tanah dengan aerasi yang baik; pada daerah-daerah yang habis dibuka; di tepi sungai; ekstensif pada hutan sekunder; daerah bekas terbakar; sebagai gulma di perladangan; taman dan perkebunan.
Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi. Perbanyakan: berkembang biak dengan sendirinya. Setiap saat rimpang dipanen dari tumbuhan yang telah matang. Rimpang yang baik berwarna pucat, berasa manis dan sejuk. Alang-alang dapat menyebabkan penurunan pH tanah. Besarnya penurunan pH dan hambatan terhadap proses nitrifikasi menunjukkan adanya korelasi positif dengan pertumbuhan alang-alang
Bagian yang digunakan untuk obat medis adalah akarnya. Kenyataannya, akarnya dapat digunakan untuk menurunkan temperatur, melancarkan urin, menghentikan pendarahan, dan sebagai obat untuk pendarahan pada hidung, memuntahkan darah, gonorea (kencing nanah), hepatitis, infeksi ginjal. Penelitian menemukan bahwa alang-alang mengandung mannitol, glukosa, asam malic, asam sitrat, coixol, arundoin, silindrin, fernerol, simiarenol, anemonin, esin, alkali, saponin, taninin, dan polifenol.
NAMA ASING: Cogon grass, satintail (En). Paillotte (Fr). Malaysia: lalang, alang-alang. Papua New Guinea: kunai (Pidgin), kurukuru (Barakau, Central Province). Philippines: kogon (Tagalog), gogon (Bikol), bulum (Ifugao). Burma (Myanmar): kyet-mei. Cambodia: sbö’:w. Laos: hnha:z kh’a:. Thailand: ya-kha, laa laeng, koe hee (Karen, Mae Hong Son). Vietnam: c [or] tranh.
NAMA SIMPLISIA Imperatae Rhizoma; rimpang alang-alang
Efek Farmakologis : Rasa manis dan sifat sejuk, anti piretik (penurunan panas), diuretik (peluruh kemih), hemostatik (menghentikan perdarahan), masuk median paru-paru, lambung dan usus kecil.
Komposisi :
Akar: metabolit yang telah ditemukan pada akar alang-alang terdiri dari arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ß-sitosterol, skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat, potassium (0,75% dari berat kering), sejumlah besar kalsium dan 5-hidroksitriptamin. Dari hasil penelitian lain terhadap akar dan daun ditemukan 5 macam turunan flavonoid yaitu turunan 3′,4′,7-trihidroksi flavon, 2′,3′-dihidroksi kalkon dan 6-hidroksi flavanol. Suatu turunan flavonoid yang kemungkinan termasuk golongan flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H, flavanon atau isoflavon terdapat pada fraksi ekstrak yang larut dalam etilasetat akar alang-alang. Pada fraksi ekstrak yang larut dalam air akar alang-alang ditemukan golongan senyawa flavon tanpa gugus OH bebas, flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H, flavanon, atau isoflavon.
Bagian tanaman yang digunakan : Akar, rimpang (daun) dan bunga. dapat digunakan yang segar atau yang dikeringkan.
Cara budidaya :
Perbanyakan dengan rimpang atau akar tinggal. Tanaman ini sangat mudah tumbuh dan terdapat dimana-mana disekitar kita. Merupakan tumbuhan liar dan menjurus sebagai gulma. Tumbuh liar di pinggir jalan, di ladang dan di hutan. Tumbuhan ini termasuk terna menahun, tinggi dapat mencapai 180 cm. Batang padat, buku berambut jarang. Daun berbentuk pita, berwarna hijau, permukaan daun kasar. Perbungaan berupa bulir, warna putih, bunga yang terletak di bagian atas adalah bunga sempurna dan yang terletak di bawah adalah bunga mandul. Bunga mudah diterbangkan oleh angin.
Rimpang: pelembut kulit; peluruh air seni, pembersih darah, penambah nafsu makan, penghenti perdarahan. di samping itu dapat digunakan pula dalam upaya pengobatan penyakit kelamin (kencing nanah, kencing darah, raja singa), penyakit ginjal, luka, demam, tekanan darah tinggi dan penyakit syaraf. Semua bagian tumbuhan digunakan sebagai pakan hewan,bahan kertas,dan untuk pengobatan kurap. EFEK BIOLOGI dan FARMAKOLOGI Infusa rimpang alang-alang berefek sebagai diuretika, atas dasar peningkatan konsentrasi elektrolit (Na,K,Cl) urin tikus putih jantan. Pemberian infusa akar alang-alang dengan dosis 40, 50, 60, 70 g/kgBB berefek antipiretik pada marmot. Infusa bunga alang-alang pada konsentrasi 10% dengan dosis 12 ml/ kgBB berefek antipiretik yang relatif sama dengan suspensi parasetamol 10% pada merpati. Uji Klinik: Dekokta akar alang-alang dengan dosis 250-300 g, 2 kali pagi dan sore dapat menyembuhkan 27 kasus dari 30 penderita nefritis akut. Pada nefritis kronis, herba alang-alang dapat mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah. Dekokta herba 250 g dalam bentuk tunggal maupun dikombinasikan dengan rimpang dan daun Nelumbo nucifera dan daun Agrimonia pilosa dapat mengobati epistaksis (mimisan), hemoptisis (batuk darah), hematuri (kencing darah), menorrhagia, dan perdarahan gastrointestinal bagian atas. Di samping itu dilaporkan juga bahwa dekokta akar alang-alang dapat efektif untuk pengobatan hepatitis viral akut pada 28 kasus; biasanya digunakan bersama-sama dengan Plantago asiatica, Glechoma longituba dan tunas Artemisia capillaris. Toksisitas: Pada pemakaian sesuai aturan, praktis tidak toksik. Efek yang tidak dfinginkan: Pusing, mual, adanya peningkatan rasa ingin buang air besar, kadang-kadang terjadi pada penggunaan klinik. Teknologi Farmasi: Selulosa daun alang-alang mempunyai daya serap terhadap air yang relatif cukup baik dalam pembuatan tablet secara cetak langsung.
Resep tradisional:
Infeksi Saluran Kemih dan Kencing Sedikit
Bila menderita infeksi pada saluran kemih, sebaiknya segera diperiksakan pada dokter. Ramuan ini dapat digunakan sebagai obat alternatif disamping pengobatan dari dokter.
Ramuan:
Rimpang Alang-alang 6 gram
Rimpang Kunci pepet 5 gram
Daun Kumis kucing 4 gram
Air 115 ml
Cara pembuatan:
Diseduh, dibuat infus atau pil.
Cara pernakaian:
Diminum 1 kali sehari, tiap kali minum 100 ml.
Untuk yang berbentuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil.
Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.
Mimisan, Kencing Darah, dan Muntah Darah.
Bila menderita kencing darah atau muntah darah, sebaiknya segera diperiksakan pada dokter. Ramuan ini dapat digunakan sebagai obat alternatif disamping pengobatan dari dokter.
Ramuan:
Rimpang Alang-alang 6 gram
Daun sendok segar 6 gram
Daun Andong segar 2 helai
Air 110 ml
Cara pembuatan:
Diseduh, dipipis, dibuat infus atau pil.
Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. (untuk infus). Untuk pipisan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 1/4 cangkir. Untuk pil diminum 3 kali sehari 9 pil.
Nama daerah: Endong; Kayu urip; Linjuwang; Jejuwang; Sabang; Daun ngasi
Deskripsi tanaman: Sering ditanam di kebun. Tumbuhan ini berupa pohon, tinggi dapat mencapai 5 meter. Batang keras, bekas dudukan daun tampak dengan jelas. Daun tunggal menempel pada batang, berwarna hijau tua, tepi daun rata. Perbungaan bentuk malai, tumbuh diketiak daun dengan tangkai bunga panjang. Buah buni, warna merah mengkilat. Akar serabut berwarna putih kotor
Habitat: Tumbuh liar di pagar atau di pekuburan sebagai tanaman hias, lazim di tanam pada dataran rendah sampai 1900 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Steroida; Saponin; Polisakarida
Khasiat:
Hemostatik
Antibengkak
Nama simplesia: Cordylinae Folium
Resep tradisional:
Batuk darah dan Haid terlalu banyak:
Daun andong segar 5 helai; Air secukupnya, Dibuat infus, diseduh atau dipipis, Diminum 1 kali sehari 100 ml. Untuk pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir
Famili : Euphorceae Nama daerah : Anting-anting. Inggris : Cina : Tie Xian
Sifat Kimiawi : Kandungan kimia tanaman ini belum banyak diketahui, kegunaan yang disebutkan dari pengalaman turun temurun serta secara empiris.
Efek Farmakologis : Anti biotik, anti radang, peluruh seni, Astringent menghentikan pendarahan (hemostatik), rasa pahit dan sejuk.
Bagian tanaman yang digunakan : seluruh tanaman segar atau kering.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung.
Resep tradisional:
1. Disentri Amoeba : Tanaman kering (seluruh batang) sekitar 30-60 gram direbus, air rebusan diminum 2 kali dan diulangi untuk 5-10 hari. 2. Dermatitis, Eksema, Koreng : Herba segar secukupnya direbus, air rebusannya untuk cuci kulit yang sakit. 3. Batuk, mimisan dan berak darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin. 4. Obat untuk kucing : Akar biasa dipakai obat oleh kucing secara naluriah. 5. Pendarahan, Luka bakar : Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempel ketempat yang sakit. 6. Disentri Basiler : Tanaman kering 30-60 gram, ditambah portulaka 30 gram, gula 30 gram, direbus dan diminum setelah dingin. 7. Diare, muntah darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
Deskripsi tanaman: Pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter, batang berkayu, dan bercabang-cabang. daun tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Perbungaan berbentuk malai, tumbuh di ujung ranting. Buah buni bentuk bulat telur, bentuk pita atau bentuk bulat. Warna buah hijau sampai ungu. Daging buah jika sudah masak berwarna kuning atau kkuning kehijauan. Akar termasuk akar tunggang
Habitat: Tumbuh pada daerah berikilim panas pada dataran rendah sampai ketinggian 1200 m dpl
Bagian tanaman yang digunakan: Daun
Kandungan kimia: Minyak lemak; Lesitin; Fitosterin; Vitamin A,B,D dan vitamin E
Khasiat: Diuretik ; Anti bakteri
Nama simplesia: Perseae Folium
Resep tradisional:
Batu ginjal
Daun avokat segar 7 helai; Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum sehari 2 kali; pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
Sakit perut dan Disentri
Daun avokat segar 5 g; Rimpang temu kunci segar 5 g; Rimpang kunyit segar 6 g; Rasuk angin 1/2 g; Daun pegagan segar 6 g; Air 115 ml, Dibuat infus atau diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Deskripsi tanaman: Pohon menahun dan besar tingginya mencapai 15 m. Daunnya bersirip genap, setiap tahun antara bulan september - oktober daun-daun itu luruh berganti dengan baru. Bunganya berwarna kuning . Buahnya bentuk polong.
Habitat: Tanaman ini tumbuh liar di daerah-daerah pantai. Banyak juga yang di tanam orang di tepi-tepi jalan sebagai pohon perindang. Didataran rendah 1 - 300 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Daging buah; daun muda (sinom) ; kulit kayu.
Kandungan kimia: Buah mengandung vitamin A; zat gula; selulosa; asam-asam yang terikat oleh kalium; tartrat; gula invart; pektin.
Khasiat: Laksan; Analgesik; Diaforitik; Laksatif
Nama simplesia: Tamarindori Pulpa Cruda Resep tradisional: Demam: Asam 2 ruas ibu jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Eksem: Asam 1 ruas ibu jari; rimpang temulawak 4 keping; Air 110 ml, Diseduh, Diminum 1 kali sehari 110 ml
Nyeri haid: Asam 1 ruas ibu jari; kunyit 1 jari; Air mendidih 100 ml, Diseduh, Diminum pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
NAMA DAERAH: Sirih popar (Ambon) Tagalolo, Bei, Loloyan (Minahasa); Ki ciyat (Sunda); Awar awar (Jawa); Bar-abar (Madura); Awar awar (Belitung); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate). NAMA ASING: Papua New Guinea: omia (Kurereda, Northern Province), manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), bahuerueru (Vanapa, Central Province). Philippines: hauili (Filipino), kauili (Tagalog), sio (Bikol). NAMA SIMPLISIA Fici septicae folium; daun awar-awar
Deskripsi tanaman: Pohon atau semak tinggi , tegak 1-5 meter. Batang pokok bengkok bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening. Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 kali 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok karena warnanya yang pucat. Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkaInya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal, pada yang lain bunga betina. Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5 - 2 cm. Waktu berbunga Januari - Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m dpl, banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.
Habitat: Tumbuh liar sebagai tanaman pengganggu pada dataran rendah sampai 1200 m dpl
Daun Ficus septica dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis dan Escherichia coli secara in vitro, hasil pengujian bioautografi dilaporkan bahwa 4 g ekstrak daun awar awar yang larut dalam Metanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Antofin (5 g) berefek sebagai antibakteri (B. subtillis, M flavus dan E. Coli)
Resep tradisional:
Herpes, Sakit kepala, Rematik:
Daun awar-awar segar secukupnya; Air secukupnya, Dipipis sampai berbentuk pasta, Dioleskan pada bagian kulit yang sakit
Mencret
Rimpang kunyit 1/2 jari; Rasuk angin 1/2 sendok teh; Ketumbar 3 biji; Buah kayu ules 1 biji; daun trawas 1 helai, Campuran ditumbuk; ditambah air 115 ml dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml
Nyeri haid
Rimpang kunyit 1 jari; Ketumbar 7 butir; Cengkih 1 butir; Asam kawak; Biji pala, Campuran ditumbuk; ditambah air 110 ml; dan dididihkan; kemudian disaring, Diminum 1 kali sehari 100 ml
Sakit perut
Kunyit dibakar 1 jari; Kulit batang pulosari 1 jari; Ketumbar 7 biji; Seluruh tanaman patikan cina 1 genggam; Air 1 cangkir, Campuran ditumbuk; ditambah air dan dididihkan sampai diperoleh secangkir; disaring, Bayi umur 5-7 bulan; 1 sendok teh/jam; Anak umur 1-2 tahun; diminum 2 kali sehari; 2 sendok makan; Dewasa; sehari minum 3 kali; 1/2 cangkir
Selalu ada saja hal yang membuat wanita merasa tak nyaman saat berhubungan seks, berikut ini empat tingkah laku seksual pria yang tak nyaman bagi wanita versi Jane Magazine. Meniup Miss V!!! Banyak wanita mengeluh tak menyukai pasangan mereka meniup area genital mereka, pria berpikir meniup area vagina saat berhubungan seks akan meningkatkan rangsangan, frankly it's wrong! You know men, sebenarnya wanita tak menyukai perilaku seperti itu, meniup area pribadi wanita bukanlah hal yang nyaman, bahkan beberapa wanita merasa jengah dengan perilaku ini. Bayangkan jika seseorang meniup telinga anda dalam keadaan basah, bukan hal yang enak bukan? dan anda akan mengerti kenapa wanita tak menyukainya. Mengapa pria melakukan hal itu? karena mereka berpikir hal tersebut akan menggelitik wanita, membuatnya terangsang bahkan beberapa pria mengaku meniup miss V agar area tersebut cepat kering. So, jika ingin membuat pasangan anda senang dan nyaman kenapa tak mencoba menggelitik area lain, misalnya kaki atau ketiak, karena tak semua wanita menyukai area clitoris mereka ditiup. Bertanya Sesuatu yang Tak Nyaman Hal lain yang sangat mengganggu wanita adalah saat pria bertanya: "apakah kau sudah mencapai klimaks? seorang wanita mengetahui apakah pria telah meraih klimaks atau menikmati dirinya sendiri, jadi mengapa pria tak mencoba melakukan hal yang sama? Pengalaman meraih orgasme wanita sangat berbeda dibandingkan pria. Seorang wanita harus menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk meraih orgasme penuh. Pertanyaan, "Kau sudah puas?" disaat waktu berhubungan seks, sebuah hal yang sangat menggangu dan tak nyaman untuk beberapa wanita. Mendorong kepala ke bawah Lelaki sangat menyukai oral seks, mereka menyukai submissive position (posisi patuh) dimana seorang wanita melakukan oral seks. Tak semua wanita menyukai melakukan oral seks, meskipun banyak juga yang menyukainya, namun jangan pernah sekalipun memaksa pasangan anda melakukan oral seks, seperti yang dilakukan Joe Pesci pada Sharon Stone di film CASINO, menyorongkan kepalanya ke area genital anda bukan sebuah hal yang menyenangkan bukan? Hal paling memalukan yang dilakukan seorang pria, huh, it's a very bad oral sex, men! Hanya sekitar 0,5% dari populasi wanita yang menyukai hal tersebut. Kebiasaan buruk lain yang menggangu wanita adalah meninggalkan kondom bekas setelah berhubungan, kondom memiliki pembungkus yang dapat anda gunakan kembali untuk membungkus dan membuangnya. Kondom bekas harus segera dibuang setelah pakai, bukan hal yang berat bukan? Selain juga menunjukkan respek pada pasangan anda dan juga diri anda sendiri. Tunjukkan perilaku bijak dan sembunyikan aktivitas seksual buruk anda dari orang lain. Memakai kaos kaki saat bercinta Wanita tak menyukai seorang pria mengenakan kaos kaki saat mereka diranjang, memberi kesan jika mereka tak peduli dengan apa yang mereka kenakan, meskipun hanya sepasang kaos kaki. Bayangkan, tentu tak enak bukan bercinta dengan wanita yang masih mengenakan pakaian, kaos kaki, aksesori rambut, so begitu juga dengan wanita. Bercinta akan semakin menggetarkan jika anda dan pasangan sama-sama telanjang bulat, melepasakan diri secara total. Dan kaos kaki? sepele memang, tapi wanita merasakan perbedaan dengan hal itu. So, tak ada salahnya melepas kaos kaki saat bercinta, mudah bukan? (askmen/rita)
Swine flu is the common name given to a new strain of influenza (flu). It is called swine flu because it is thought to have originated in pigs, but this is not certain. Swine flu (swine influenza) is a respiratory disease caused by viruses (influenza viruses) that infect the respiratory tract of pigs and result in nasal secretions, a barking-like cough, decreased appetite, and listless behavior. The viruses name is H1N1 virus.
Swine flu produces most of the same symptoms in pigs as human flu produces in people. Swine flu can last about one to two weeks in pigs that survive. Swine influenza virus was first isolated from pigs in 1930 in the U.S. and has been recognized by pork producers and veterinarians to cause infections in pigs worldwide. Symptoms
So far, most swine flu cases have been mild, with symptoms similar to those of seasonal flu. Only a small number of people have had more serious symptoms.
If you or a member of your family has a fever or high temperature (over 38°C/100.4°F) and two or more of the following symptoms, you may have swine flu:
Unusual tiredness,
Cough
Headache,
Runny nose,
Sore throat,
Chills
Shortness of breathes or coughs,
Loss of appetite,
Aching muscles,
Diarrhea or vomiting.
How dangerous is it?
It is difficult to judge this at the moment. Like any other type of flu, people can die from swine flu if they develop complications, such as pneumonia. There have been deaths, but for most infected people the symptoms have not been severe. It appears that early doses of antiviral medicines such as Tamiflu and Relenza are effective in helping people to recover.
Pandemic
The virus was first identified in Mexico in April 2009. It has since become a pandemic, which means it has spread around the globe. It has spread quickly because it is a new type of flu virus that few, if any, people have full resistance to.
Flu pandemics are a natural event that occurs from time to time. Last century, there were flu pandemics in 1930, when millions of people died across the world.
In most cases the virus has proved relatively mild. However, around the world hundreds of people have died and it is not yet clear how big a risk the virus is. For this reason, and because all viruses can mutate to become more potent (stronger), scientists are saying we need to be careful.
Can novel H1N1 swine flu be prevented with a vaccine?
The best way to prevent novel H1N1 swine flu would be the same best way to prevent other influenza infections, and that is vaccination. The CDC (The Centers for Disease Control and Prevention, the US agency charged with tracking and investigating public health trends) has multiple recommendations for vaccination based on who should obtain the first doses when the vaccine becomes available (to protect the most susceptible populations) and according to age groups. The CDC based the recommendations on data obtained from vaccine trials and infection reports gathered over the last few months. The current (October 2009) vaccine recommendations from the CDC say the following groups (Swine Flu High Risk Groups) should get the vaccine as soon as it is available:
Pregnant women,
People who live with or provide care for children younger than 6 months of age,
Health-care and emergency medical services personnel,
People between 6 months and 24 years of age, and
People from the ages of 25 through 64 who are at higher risk because of chronic health disorders such as asthma, diabetes, or a weakened immune system.
Although five companies are making H1N1 swine flu shots, including Sanofi Pasteur, Novartis, GSK, Medimmune and CSL, doctors won't be able to directly order swine flu vaccine from them. Instead, the federal government is purchasing all of the swine flu shots and then is distributing them via a centralized distribution program. Pediatricians and other health care providers can order swine flu vaccine if they want to receive swine flu vaccine to give their patients.
As with ordinary flu, people who come down with swine flu should take lots of rest and use standard paracetamol-based cold remedies to reduce their temperature and help relieve symptoms.
Some of the over-the-counter treatments used by adults can be given to children for the relief of the symptoms of flu, in line with the instructions supplied with each medicine. However, children under 16 must not be given aspirin or ready-made flu remedies containing aspirin. It is important to always read the label or check with the pharmacist that a medicine is suitable for use in children.
How to prevent from swine flu?
Preventing the spread of germs is the most effective way to slow the spread of diseases such as swine flu. You should always:
Ensure everyone washes their hands regularly with soap and water,
Clean surfaces regularly to get rid of germs,
Use tissues to cover your mouth and nose when you cough or sneeze, and
Put used tissues in a bin as soon as possible.
Cleaning hard surfaces, such as door handles, often and thoroughly using a normal cleaning product
That is the little explanation about Swine Flu. I hope this information be useful for everyone whose read it. Simple things to do are healthier life and don’t panic.
Apakah Anda seorang perokok? Anda suka mengkonsumsi alcohol? Hati-hati dengan kebiasaan Anda tersebut, karena kebiasaan tersebut merupakan faktor potensial penyebab osteoporosis.
Osteoporosis adalah penyakit yang datangnya seiring dengan penuaan. Namun begitu bukan berarti osteoporosis tidak dapat diantisipasi, minimal dihindari sejak awal. Meskipun osteoporosis merupakan penyakit laten, namun ada hal yang tak dapat diubah. Namun banyak juga faktor yang dapat diubah untuk mengantisipasi akibat osteoporosis. Orang yang potensial beresiko menderita osteoporosis antara lain yang mengalami menopause, yang memiliki kebiasaan merokok, minum-minuman beralkohol serta kurang berolah raga. Asupan kalsium yang rendah jelas beresiko osteoporosis, meski sebetulnya juga beresiko pada orang yang kurus. Ada beberapa faktor laten yang tak dapat diubah, yang beresiko mengalami osteoporosis. Antara lain, jenis kelamin, usia lanjut, bentuk badan dan beberapa penyakit yang dialami. Dalam hal bentuk badan, perempuan bisanya lebih ringan dan tulangnya lebih kecil dibandingkan pria, sehingga risiko mengalami menopause lebih besar. Begitu juga semakin kecil dan kurus, semakin tinggi resiko seseorang mengalami osteoporosis. Untuk meminimalisir resiko osteoporosis, beberapa kebiasaan bisa diubah, misalnya menghentikan kebiasaan merokok, minuman beralkohol serta kopi. Asupan kalsium, berat badan serta menghindari obat-obatan seperti steroid, Phenobarbital dan phenytoin dan harus disertai pula dengan program latihan
BAGAIMANA MENCEGAH OSTEOPOROSIS SECARA MANDIRI 1. Nutrisi, yakni cukup protein (zat putih telur), cukup vitamin c, cukup kalsium dan sayuran hijau tua. Cereal, Orange Juice, susu, keju, ikan laut, cukup vitamin D. 2. Latihan secara teratur, seperti wqalking, hiking, dancing, jogging, class exercise, stair climbing. Tennis. Latihan tidak boleh dengan gerakan-gerakan mendadak, tidak boleh dengan stress dan strain tehadap tulang-tulang yang berlebihan. 3. Mengubah gaya hidup. Misalnya, jangan merokok, hindari alcohol, dan mengurangi kopi. 4. Mencegah jatuh. Menyadarkan keadaan fisiknya yang telah menurun, haruslah hati-hati.
KEBUTUHAN KALSIUM BERDASARKAN TINGKAT USIA USIA (Tahun) KALSIM (mg) <0,5 400 0,5 – 1 600 01-Okt 800 Nop-24 1.200-1.500 25-49 1.000 Menopause (Dengan estrogen) < 65 1.000 Menopause (Tanpa estrogen) <1.500 65 1.200-1.500 Hamil dan menyusui 1.500 Pria >65
PREVENTING EARLY OSTEOPOROSIS Is You a smoker? You like to consume alcohol? Neglectless with habit of You, because the habit represent potential factor cause of osteoporosis.
Osteoporosis come along with a period of our old age progressively. But so non meaning osteoporosis cannot anticipate, minimize to be avoided by early. Though osteoporosis represent disease of laten, but there is inexorable matter. But quite a few factor able to be altered to anticipate effect of osteoporosis. One who is potential of suffer osteoporosis for example natural of menopause, owning habit smoke, drink alcohol and also less have sport.
clear low Calcium having risk osteoporosis too, even frankly also one who are is thin. There are some inexorable laten factor, which natural risk of osteoporosis. For example, gender, old age, physique and some natural disease. In the case of physique, woman of him can be lighter and its compared to smaller bone of man, so that natural risk of bigger menopause. So also smaller and is thin, natural someone risk excelsior of osteoporosis. For the minimalize of risk of osteoporosis, some habit can be altered, for example kicking a habit to smoke, grog and also coffee. Add Calcium , heavy of body and also avoid drug like steroid, Phenobarbital and of phenytoin and have to accompany also with practice program
HOW TO PREVENT OSTEOPOROSIS SELF-SUPPORTINGLY 1. Nutrisi, namely enough protein ( albumin), enough vitamin of C, enough old green vegetable and calcium. Cereal, Orange Juice, milk, cheese, sea fish, enough vitamin of D 2. Practice regularly, like walking, hiking, dancing, jogging, exercise class, climbing stair. Tennis. Practice may not with sudden movements, may not with and stress of strain abundant bones 3. Altering life style. For example, don't smoke, avoid alcohol, and lessen coffee 4. Preventing to fall. Awaking situation of physical which have is downhill, have to beware of..
REQUIREMENT OF CALCIUM PURSUANT TO STOREY LEVEL AGE AGE (Years) KALSIM (mg) <0,5 400 0,5 – 1 600 01-Okt 800 Nop-24 1.200-1.500 25-49 1.000 Menopause ( With estrogen) < 65 1.000 Menopause ( Without estrogen) <1.500 65 1.200-1.500 Pregnancy and suckle 1.500 Man >65
Selain memerhatikan aturan minum dan penyimpanan obat, sebaiknya beri perhatian khusus untuk obat golongan antibiotika, karena antibiotika tidak bisa dikonsumsi sembarangan, sebab ada efek sampingan membahayakan yang bisa terjadi jika sampai salah mengkonsumsi obat ini. Efeknya seperti resistensi kuman, alergi, supra infeksi, bahkan sampai syok anafilaktik. Supaya terhindar dari efek samping tersebut, berikut ini cara menggunakan antibiotika;
1. Berdasarkan Resep Dokter. Ketika merasakan gejala penyakit yang sama seperti sebelumnya, orang kerap membeli antibiotika langsung tanpa resep dokter. Cara ini memang lebih praktis dan hemat karena tidak perlu periksa dan membayar biaya dokter. Padahal, memutuskan membeli antibiotika sendiri, tanpa petunjuk dan resep dokter adalah tindakan yang salah. Sebab penyakit yang sama belum tentu dapat disembuhkan dengan bakteri yang sama. Tanpa ada pemeriksaan dokter, bisa jadi jenis antibiotika yang dibeli tidak sesuai. Sehingga bukannya menjadikan bakteri mati, namun justru mengakibatkan terjadinya resistensi. Akibatnya, jika kemudian hari timbul penyakit yang membutuhkan antibiotika, kemungkinan tubuh Anda sudah mengalami resistensi.
2. Minum sampai habis. Meminum antibiotika harus habis dalam satu masa sakit. Jika sebelum antibiotika habis sudah merasa sehat, antibiotika yang tersisa harus tetap dihabiskan. Hal ini untuk memastikan semua bakteri penyakit mati dan mencegah adanya bakteri yang tersisa yang dapat berkembang biak dan membentuk zat penangkal antibiotika.
3. Perhatikan waktu pemakaian Kebanyakan masa kerja antibiotika antara 6-8 jam,sehingga harus diminum 3 kali sehari. Karena itu perhatikan interval waktu pemakaiannya. Jangan sampai meminum terlalu awal atau terlambat. Jika terlalu awal atau kurang dari interval waktu 6-8 jam, maka efektivitas terapinya akan turun, sedangkan jika telat atau lebih dari interval waktu 6-8 jam, dapat menyebabkan resistensi kuman.
4. Jangan Segan bertanya. Jika merasa ragu dalam menggunakan antibiotika, jangan ragu untuk bertanya pada dokter atau apoteker. Hal-hal yang perlu ditanyakan, meliputi aturan minum dan efek samping.
Besides paying attention order take and is depository of drug, better give special attention for the drug of faction of antibiotika, because antibiotika cannot consume promiscuously, because there is peripheral effect endanger which can happened if wrong to until consume this drug. Its effect like germ resistensi, allergic, infection supra, even until anafilaktik syok. So that protected from side effects, following the way of using antibiotika;
1. Pursuant To Recipe Doctor. When feeling disease symptom which as same as previously, frequent people buy direct antibiotika without doctor recipe. Way of this is true more practical and economize because needn't check and pay for the expense of doctor. Though, deciding to buy antibiotika alone, without doctor recipe and guide is to wrong action. Because same disease not yet of course can be healed with as same as bacterium. Without inspection of doctor, it is possible that type of antibiotika bought is inappropriate. So that rather than making dead bacterium, but exactly result the happening of resistensi. As a result, if later;then day arise disease requiring antibiotika, possibility of body You have experienced of resistensi.
2. Drink up. Take antibiotika have to used up in one a period to pain. If before antibiotika used up have feel fit, antibiotika which remain have to remain to be finished. This matter to ascertain all dead disease bacterium and prevent the existence of bacterium which remain able to multiply and form of antibiotika
3. Paying attention usage time Most year of service of antibiotika among 6-8 hours ,so have to be taken by 3 times a day. In consequence pay attention its usage time interval. Don'T take too early or lose time. If too early or less than time interval 6-8 hour hence its therapy effectiveness will go down, while if late or more than time interval 6-8 hour, can cause germ resistensi.
4. Don'T be Reluctant enquire. If feeling doubt in using antibiotika, don't worry to ask to apothecary or doctor. things required to asked, covering order drink and side effects.